Sebuah penggalan cerita di negeri Taman
Di suatu senja,Seruni terlibat adu mulut dengan Mawar dan Melati.Mawar bilang,"Di antara kita akulah yang paling kuat.Aku paling cantik.Aku bisa memikat siapa saja.Aku juga punya duri-duri buat menusuk para lelaki hidung belang!" Tapi,Seruni menyangkal, "Kau salah besar, Mawar!Justru duri-durimu itu membuat kau sombong dan bisa melukai siapa saja.Lihat aku,lebih memikat.Aku paling istimewa,sebab tak mudah mencari kecantikanku.Aku lebih langka,sebab itu aku misterius dan penuh teka-teki.Aku paling putih,bersih dan suci.Para lelaki akan terkagum-kagum dan penasaran dengaaku." Melati pun tak mau kalah,"Hey.Hey.Hey..!Kalian semua omong kosong!Cuma bisa membual!Akulah yang paling semerbak,memikat!Wangi tubuhku akan menggugah gairah siapa saja yang menciumnya!" Lalu Seruni dan Mawar pun berkelit,"Tapi kau itu sangatlah lemah,Melati!" Melati pun membela diri,"Heh!Kalian bisanya cuma menghinaku saja!Aku lebih punya arti dan fungsi dibanding kalian!Lihatlah para pengantin di singgasana mereka!Mana bisa mereka jadi cantik dan tampan,jika tanpa kehadiranku yang mencumbu tubuh-tubuh mereka,hingga semua orang terpana karena kecantikanku yang dirangkai bersama pengantin-pengantin itu!" Seketika perang mulut itu terhenti sebab seekor kumbang muncul dan berkata,"Ah.kalian kenapa cuma bisa berdebat saja.Bagiku, kalian punya daya tarik tersendiri.Kalian semua cantik,punya cita rasa masing-masing.Tiap-tiap jiwa kalian mengandung simbol dan filosofi.Jujur,aku tak dapat memilih di antara kalian jikalau aku disuruh memilih." Sejenak,kumbang itu terdiam.Seruni, Mawar dan Melati juga diam,memikirkan apa yang dikatakan Kumbang tampan itu...Kumbang pun melanjutkan,"Yang paling setia dan ikhlas di antara kalianlah,yang pantas tuk aku hisap sari-patinya.Lalu akan ku ajak terbang menikmati hamparan rerumputan dan bunga-bunga,bukit dan lembah...Percuma sajalah kalian berdebat macam begini.Kesetiaan,cinta-kasih dan keikhlasan kalianlah yang sanggup menaklukkan aku juga kumbang-kumbang lainnya "yang terpilih"..." Seketika Seruni, Mawar dan Melati terdiam,kelu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar